Dua Kandidat Kuat Sekda “Tumbang”, Agus Potensial Sekda Sumenep

Jumat, 6 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Gilas.id – Panggung politik birokrasi Sumenep seolah disuguhi dengan dramaturgi kekuasaan. Bak sinema film kolosal, para aktor politik atau pejabat menjalankan adegan sesuai peran masing-masing. Di depan panggung, meja prosedur birokrasi tetap dijalankan sesuai regulasi. Tapi di balik layar, hanya sutradara yang bisa memainkan orkestrasi kekuasaan.

Ditilik dari bilik website BKPSDM Sumenep, dari 8 calon sekda yang lolos di tahapan seleksi adminitrasi atau Memenuhi Syaarat (Status MS), satu kandidat sekda gugur atau Tidak Memenuhi Syarat (status TMS), sehingga hanya tinggal 7 calon sekda. Begitu masuk ke tahapan seleksi penilaian kompetensi dan potensi, 1 calon sekda kembali gugur (status TMS). Sehingga tersisa 6 calon sekda dengan status MS.

Itu berdasarkan pengumuman di Website BKPSDM Sumenep No.13/Pansel.JPT Pratama – SMP/II/2026 tentang hasil assessment (Penilaian Kompetensi dan Potensi) Lelang Sekda Kabupaten Sumenep tertanggal 05 Februari 2026. Mengacu pada Surat Keputusan (SK) Kepala BKD Provinsi Jawa Timur No.800.1.14.2/783/204.562026.

Menyikapi dinamika seleksi sekda, prediksi politik agak ekstrim dilontarkan oleh pengamat politik dan kebijakan publik, Achmad Djoni Tunaedy. Dia memprediksi kompetisi atau perebutan ‘kursi panas’ sekda Sumenep bakal jatuh ke tangan Agus Dwi Saputro. Agus saat ini sedang menduduki jabatan sebagai Kepala DPMD Sumenep sejak Januari 2026 usai dimutasi dari Kepala Dinas Pendidikan.

“Saya prediksi dari awal saat tahap seleksi administrasi, dari 8 kandidat sekda hanya 4 calon potensial sekda. Namun setelah melenggang ke tahapan penilaian kompetensi dan potensi calon sekda, akhirnya tersisa 2 calon kuat sekda yakni Chainur Rasyid (Kepala DKPP) dan Agus Dwi Saputra (Kepala DPMD) Sumenep,” ujar Bung Jon, biasa disapa.

Prediksinya, di luar assessment atau Standar Kompetensi Jabatan (SKJ), ada faktor kedekatan (Proxymity Approach). Dengan tumbangnya 2 kandidat kuat yakni Arif Firmnto selaku Kepala Bappeda dan Eri Susanto selaku Kadis PUTR, potensi kompetisi calon sekda hanya menyisakan 2 kandidat potensial yakni Chainur Rasyid dan Agus Dwi Saputra.

Jika mengacu pada PP No.11/2017 yang diubah dengan PP No.17/2020 tentang manejemen PNS, maka Peraturan Pemerintah (PP) tersebut menerapkan sistem merit. Mulai dari rekrutmen, pengembangan karier hingga promosi didasarkan pada 3 hal, yakni berdasar kualilifikasi, kompetensi dan kinerja ditambah rekam jejak.

Kata Joni, assessment atau Uji Kompetensi Jabatan (UKJ) yang diselenggarakan oleh Pansel Sekda tentu berdasarkan Standar Kompetensi Jabatan diatur dalam UU No.20/2023 tentang ASN dan PP No.17/2020 serta KepmenPAN RB SKJ.1/2025. Hasil akhir assessment oleh Pansel Sekda itu nantinya hanya akan merekomendasikan 3 nama besar ke Bupati Sumenep.

“Prediksi kuat saya, dari tiga nama besar yang lolos assessment, Agus punya kans besar untuk jadi Sekda Sumenep. Ketimbang Inung,-sapaan akrab Chainur Rasyid yang bakal jadi kuda hitam di bursa lelang sekda 2026 ini,” terang eks anggota DPRD Sumenep ini.

Soal uji kompetensi atau assessment itu, kata Joni, pasti independen dan steril. Namun jika Agus dan Inung lolos ke 3 besar, kans nya sangat besar untuk menduduki kursi sekda. Karena dalam tinjauan Proximity Approach (faktor kedekatan hubungan) baik secara geografis, historis atau kesamaan visi politik.

“Keduanya diduga lebih dekat dengan penguasa ketimbang kandidat yang lain dan itu sudah jadi rahasia umum. Kenapa calon sekda juga ada pertimbangan harus dekat karena sekda dituntut loyalitasnya kepada pimpinan. Kalau tidak loyal dan tidak se visi, kan bisa menghambat jalannya birokrasi meskipun sudah lolos assessment. Disini lah hak prerogatif bupati itu nantinya,” kritik Joni.

Dikatakan, Agus yang jebolan IPDN misalnya, dari sisi kualifikasi pendidikan idealnya tidak menjabat Kadisdik sebelum kemudian digeser ke DPMD. Jabatan itu linier dengan kualifikasinya. Lalu juga Inung yang menyandang gelar Sarjana Ekonomi (SE). Inung idealnya menjabat Kepala BPKAD (Keuangan). Faktanya jadi Kadis Pengairan sebelum digeser ke DKPP (Pertanian). Dua jabatan itu butuh insinyur bukan SE.

Enam pelamar yang dinyatakan lolos assessment yakni: Achmad Dzulkarnain, Agus Dwi Saputra, Chainur Rasyid, Ferdiansyah Tetrajaya, Moh. Iksan, dan R. Abd. Rahman Riadi. Keenam kandidat dijadwalkan mengikuti tahapan penulisan makalah dan tes wawancara pada Jumat hingga Sabtu, 6–7 Februari 2026 di Hotel Swiss-Belinn, Surabaya.

Panitia Seleksi menegaskan, keputusan hasil assesment bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat, serta menjadi dasar penentuan kelanjutan proses seleksi Sekda Kabupaten Sumenep Tahun 2026.

Sementara Pj Sekda Sumenep Syahwan Effendy dikonfirmasi terkait mundurnya Arif Firmanto dan tidak lolosnya Eri Susanto belum memberikan respon. Namun Kepala BKPSDM Sumenep Benny Irawan menegaskan soal mundurnya Arif Firmanto tidak dapat merinci alasan mundurnya karena tidak ada surat pengunduran diri.

“Terkait Eri Susanto memang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sesuai Surat Keputusan (SK) Kepala BKD Provinsi Jawa Timur No.800.1.14.2/783/204.562026. Jadi ada standar-standar penilaian berdasarkan regulasi yang tidak bisa saya rinci disini” kata Benny. (dan)

Berita Terkait

Berawal Dari Petasan, Pemuda Asal Meddelan Jadi Korban Pemukulan
Bangun Komunikasi Terbuka, Ansari Gelar Dialog dengan Insan Pers
Badan Gizi Nasional Suspensi 10 SPPG di Sumenep
Aksi Nyata JMP: Berbagi Takjil untuk Pejuang Nafkah di Bumi Gerbang Salam
Ternyata, “Pewaris Tahta” Sekda Sumenep Itu Agus
Offside! Flyer Sekda Agus, Ambisi atau Ada Dalang yang Gerakkan?
Mainkan Flyer Sekda, Sesatkan Informasi Publik
ASB Temui Pj Sekda, Usut Transparansi Anggaran Lelang Sekda

Berita Terkait

Jumat, 27 Maret 2026 - 11:58

Berawal Dari Petasan, Pemuda Asal Meddelan Jadi Korban Pemukulan

Kamis, 12 Maret 2026 - 20:39

Bangun Komunikasi Terbuka, Ansari Gelar Dialog dengan Insan Pers

Rabu, 11 Maret 2026 - 11:44

Badan Gizi Nasional Suspensi 10 SPPG di Sumenep

Jumat, 27 Februari 2026 - 14:30

Aksi Nyata JMP: Berbagi Takjil untuk Pejuang Nafkah di Bumi Gerbang Salam

Kamis, 26 Februari 2026 - 08:15

Offside! Flyer Sekda Agus, Ambisi atau Ada Dalang yang Gerakkan?

Berita Terbaru

Berita

Badan Gizi Nasional Suspensi 10 SPPG di Sumenep

Rabu, 11 Mar 2026 - 11:44