Sumenep,Gilas.id– Mencuatnya berbagai kasus di Desa Meddelan, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep bak bola panas yang siap membakar kemana-mana.
Tokoh pemuda Meddelan Khoirus Soleh lantas membeber berbagai kasus di Desa Meddelan, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Tak terima lantaran nama desanya tercoreng berbagai kasus, Eros ancam gelar audiensi dengan Camat Lenteng.
Kata Eros, viralnya berbagai kasus Desa Meddelan sudah berlangsung sekitar sepekan lalu. Mulai dari dugaan proyek siluman TPT di Desa Meddelan 2025, dugaan korupsi proyek pengadaan kambing oleh BUMDes Meddelan 2025. Termasuk dugaan proyek siluman perbaikan atau pengaspalan jalan Desa Meddelan 2026 yang juga tanpa papan mana proyek.
Eros bakal menggelar audiensi dengan pihak Camat Lenteng untuk ikut bertanggung jawab atas persoalan yang dialami Desa Meddelan.
“Minimal Camat Panggil Kades Meddelan atau Inspeksi Mendadak (Sidak) ke berbagai lokasi proyek di Desa Meddelan,’ ujar aktivis pergerakan Sumenep ini.
Bagi dia, sebagai warganya malu jika nama Desanya tercemar gara-gara proyek atau bantuan yang dalam realisasinya justru menyimpang. Contoh ada proyek pengandaan kambing 2025 menelan dana hingga ratusan juta, kambingnya yang dibeli hanya 16 ekor.
Dugaan penyimpangan dana BUMDes itu, kata dia, tidak hanya berhenti pada soal anggaran. Dugaan kejahatan korupsi lainnya terindikasi dari ada pembelian kambing susulan pada pertengahan Januari 2026. Padahal pengadaan kambing itu terjadi tahun 2025 lalu.
“Ini apa-apaan. Kok hukum seolah dipermainkan. Pengadaan kambingnya oleh BUMDes Meddelan tahun 2025 sesuai Rencana Anggaran Belanja (RAB). Tapi setelah gaduh dan jadi polemik karena santer diberitakan insan pers, lalu tiba-tiba ada pembelian kambing susulan pada Januari 2026,” kritiknya.
Kenapa seolah hukum dipermainkan? Karena kata Eros, gimana ceritanya pengadaan kambingnya tahun 2025, lalu beli kambing susulan pada tahun 2026.
“Kalau pembelian kambing susulan hanya untuk melengkapi kambing yang 16 ekor, ini kan sama saja mempermainkan hukum,” katanya.
Jadi, kalau tidak ketahuan, dana pengadaan kambingnya akan digelapkan atau dikorup? Ketika ketahuan publik melalui sebaran berita di berbagai platform media sosial, lalu kambingnya mau dilengkapi. Ini sama saja mau main sulap-sulapan.
“Catat, kami tidak akan tinggal diam melihat kejahatan di Desa Meddelan,” pungkasnya.
Sementara Camat Lenteng Supardi saat dikonfirmasi para awak media tetap tidak bergeming. Meski nomor HP yang bersangkutan aktif. (dan)











