Sumenep, Gilas.id – Di tengah hangatnya mutasi dan lelang kursi sekda, berulang kali Kepala Bagian Umum (Kabag Umum) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sumenep saat hendak di datangi ke Kantornya selalu tidak ada.
Resepsionis saat menghubungi bagian asisten dalam di ruang Bagian Umum mengatakan jika Kabag Umum Muhammad Suharjono tidak ada di Kantor. “Bapak Jono keluar,” ujar Resepsionis Tolak Eti.
Hal itu pun diperkuat dengan berulang kali pula saat dihubungi awak media jika yang bersangkutan selalu di luar alias jarang di Kantor Pemkab Sumenep. Pernah satu kali Suharjono memberikan janji untuk datang besok saja.
Namun sayangnya, ke esokan harinya nomor telpon yang bersangkutan tidak bisa dihubungi. Bahkan saat di chat WhatsApp tidak terkirim alias centang satu.
Jarangnya Kabag Umum Setdakab Sumenep menimbulkan kecurigaan publik. “Apakah yang bersangkutan jarang masuk atau memang keluar kantor karena terlalu sibuk sehingga tidak mampu membagi waktu dan tenaganya?” Ujar Hendra, wartawan KompasOne saat juga mengunjungi Kantor Pemkab Sumenep.
Sebagai pejabat bawahannya Bupati Sumenep langsung harusnya aktif ngantor di Pemkab Sumenep. Karena Kantor Sekretariat Daerah itu bagian terpenting dalam sektor pelayanan publik.
“Jika wartawan saja tidak digubris untuk bertemu. Apalagi masyarakat sipil biasa. Padahal, jargon Politik Bupati Sumenep “Bismillah Melayani”. Nyatanya Kabag Umum cenderung mengabaikan sektor pelayanan yang menjadi tugas dan fungsinya,” kritik keras Bung Hendra, biasa dipanggil.
Rencananya, para insan pers hendak mempertanyakan terkait realisasi anggaran TA 2025 lalu. Seberapa besar serapan anggaran, untuk apa saja dan sesuaikah dengan peruntukannya. (dan)











