Geger ! Pj Sekda Mundur Jadi Ketua Pansel Sekda, Drama Politik atau Meritokrasi?

Senin, 19 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Pengamat Politik Ach Djoni Tunaedy

Foto: Pengamat Politik Ach Djoni Tunaedy

Sumenep, Gilas.id – Panggung politik Sumenep mendadak riuh. Publik Sumenep sontak dikejutkan dengan isu yang berkembang tentang mundurnya Pj Sekda sebagai Ketua Pansel Sekda ditengah jalan. Berbagai spekulasi politik pun bermunculan.

Pengamat Politik dan Kebijakan Ach Djoni Tunaedy kembali menyoroti panggung politik seleksi terbuka (lelang jabatan) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep. Sebab dunia birokrasi mendadak berguncang atas isu mundurnya Ketua Pansel Sekda yang dijabat Pj Sekda Syahwan Effendy.

“Feeiling saya langsung main. Kenapa? Karena Syahwan sebagai Ketua Pansel Sekda mundur di tengah jalan. Jika memang ada kesalahan prosedur administratif, kenapa sampai ditunjuk jadi Ketua Pansel Sekda?” Tanya Joni heran.

Atau, lanjut Joni, jika dia mundur karena faktor desakan politik, skenario politik yang lebih besar atau yang dikenal dengan istilah ‘dramaturgi kekuasaan’.

“Apa itu? Di depan panggung seolah berperan sebagai aktor politik yang suci dan profesional. Tapi dibelakang panggung sedang menjalankan misi terselubung kekuasaan. Entahlah!?” ketusnya.

Pertayaannya sebenarnya simpel. Syahwan mundur sebagai Ketua Pansel Sekda karena sedang menjalankan skenario politik kekuasaan atau karena lebih memilih jalan suci meritokrasi? Atau ada faktor kekuatan besar politik yang tak bisa dibendung? Jika tidak jelas alasan mundur, ini jadi preseden buruk pemerintahan.

Memang, kata Bung Jon, ada dinamika politik sejak tahapan proses seleksi sekda dibuka selama beberapa hari. Yakni tak ada calon pelamar sekda.

“Tapi saya yakin bukan itu yang jadi alasan kuat Ketua Pansel Syanwan Mundur? Karena saya tahu dia birokrat yang berintegritas,” ujarnya.

Eks politisi Ulung Partai Demokrat ini menegaskan dinamika politik kali ini memang sedikit panas, menguras tenaga dan pikiran. Sederet kandidat mulai ciut nyali memperebutkan kursi panas Sekdakab Sumenep.

“Saya bicara dengan argumentasi yang kuat. Pengisian posisi Sekda bukan sekedar mengisi jabatan yang kosong. Lebih dari itu, ini jadi pertaruhan politik Bupati Fauzi 5 tahun kedepan. Sebab ini jadi ajang konsolidasi politik pada circle kekuasaan selanjutnya,” Bongkar Joni.

Menyikapi komentar pedas itu, Pj Sekdakab Sumenep Syahwan Effendy mengakui jika dirinya mundur sebagai Ketua Pansel Sekda. Alasan kuat diantaranya, saran Badan Kepagawaian Nasional (BKN) ketika BKPSDM Sumenep konsultasi ke BKN bahwa ada pertimbangan untuk menghindari konflik kepentingan.

Alasan lainnya, kata Pj Sekda, agar pansel ekternal lebih obyektif dalam penilaian, dan adanya debatable posisi Pj. Sekda. Berdasarkan Permenpan RB No.15/2019 pasal 17 ayat 2 bahwa Pansel Selter (Seleksi Terbuka) Sekda setingkat atau lebih tinggi dari jabatan yang akan diselterkan. “Agar pansel lebih kualifaid, berintegritas dan steril maka saya mengundurkan diri,” beber Syahwan. (dan)

Berita Terkait

GMNI Menggugat Fungsi Pengawasan DPMD Terkait Pengelolaan Keuangan Desa
Suara “Sumbang” GMNI menggelegar di Forum DPMD; Lapangan Kerja Sempit, Dana BUMDes Dikepras?
Terduga Pelaku Penganiayaan Jadi Tersangka, Keluarga Korban Apresiasi Kinerja Kepolisian
Akhirnya, Inisial H Ditetapkan Jadi Tersangka Penganiayaan
Ternyata, Tim Auditor Inspektorat ‘Buta Informasi’ BUMDes Meddelan, Lantas Apa yang Diaudit?
PT Empat Sekawan Mulia Jadikan Kurban sebagai Tradisi Berbagi dan Kebersamaan
Heboh! Jelang Lebaran Inspektorat Sumenep Periksa ADD dan DD Meddelan
Kantongi Bukti Hukum, Polisi Siap Gelar Perkara Penganiayaan

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:37

GMNI Menggugat Fungsi Pengawasan DPMD Terkait Pengelolaan Keuangan Desa

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:25

Suara “Sumbang” GMNI menggelegar di Forum DPMD; Lapangan Kerja Sempit, Dana BUMDes Dikepras?

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:21

Terduga Pelaku Penganiayaan Jadi Tersangka, Keluarga Korban Apresiasi Kinerja Kepolisian

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:01

Akhirnya, Inisial H Ditetapkan Jadi Tersangka Penganiayaan

Kamis, 28 Mei 2026 - 08:16

PT Empat Sekawan Mulia Jadikan Kurban sebagai Tradisi Berbagi dan Kebersamaan

Berita Terbaru