Kades Meddelan Terseret dalam Pusaran Dugaan Korupsi BUMDes

Minggu, 18 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Nanik Farida pakar komunikasi politik

Foto: Nanik Farida pakar komunikasi politik

Sumenep, Gilas.id – Moral publik runtuh, idealisme aktivis ambruk ketika pemimpin desa yang harusnya jadi penjaga gawang bertanggung jawab mensejahterakan rakyatnya, justru terlibat dalam dugaan pusaran korupsi dana BUMDes 2025 lalu.

Tidak heran jika Menteri Keuangan RI Purbaya Yudi Sadewa menarik dana atau memangkas budget untuk alokasi Dana Desa (DD). Lantaran sebagian Dana Desa ditengarai diselewengkan atau bahkan dibuat untuk keuntungan oknum kepala desa.

Kasus terbaru, dana BUMDes Meddelan, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur sedang hangat-hangatnya diperbincangkan publik. Sebab BUMDes tersebut membuat program pengadaan ternak kambing yang diduga menelan dana fantastis mencapai ratusan juta yang bersumber dari 20 persen APBDes.

Dalam investigasi awak media pun terungkap jika ada dugaan permainan kotor dalam belanja untuk pengadaan ternak kambing di Desa Meddelan tersebut. Uang ratusan juta diduga habis untuk pembelian 16 ekor kambing dan pembangunan kandang.

Bahkan secara gamblang hal itu pun diakui oleh Ketua BUMDes Meddelan Asmuni. Jika pengadaan kambing itu tanpa sepengetahuan dirinya. Dana BUMDes untuk pengadaan kambing itu malah tidak dipegang olehnya. Uang itu diduga dikendalikan Kades Meddelan.

Atas pengakuan dan kejujuran Ketua BUMDes, menurut pakar komunikasi politik Nanik Farida, sepak terjang Kepala Desa (Kades) Meddelan mulai dipertanyakan kapasitas dan kewenangannya dalam pengelolaan dana BUMDes tersebut.

“Jika memang terbukti terlibat dalam dugaan pusaran korupsi dana BUMDes, Kades Meddelan harus bertanggung jawab. Bukannya mensejahterakan rakyat kok malah uang untuk kesejahteraan rakyat mau dikorup? Saya benar-benar prihatin atas polemik dana BUMDes ini” akunya geram.

Padahal, kata Farida, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Meddelan yang bergerak di bisnis usaha ternak kambing ini dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat, mengurangi pengangguran dan memgentaskan kemiskinan.

“Ironisnya, dana BUMDes itu malah diduga kuat jadi bancakan oknum pemerintah desa. Dianggarakan capai ratusan juta, kambing ternak yang dibeli diduga hanya berjumlah belasan ekor yakni 16 ekor kambing,” terang aktivis perempuan jebolan Malang ini.

Saat dikonfirmasi Kades Meddelan Moh. Haris kepada awak media mengatakan semua diserahkan ke BUMDes untuk mengelola keuangan itu, mau dibelanjakan apa saja. Pemerintah Desa sudah tidak ikut campur urusan pengadaan ternak kambing itu. Lantas kades mengajak awak media untuk bertemu. (dan)

Berita Terkait

Berawal Dari Petasan, Pemuda Asal Meddelan Jadi Korban Pemukulan
Bangun Komunikasi Terbuka, Ansari Gelar Dialog dengan Insan Pers
Badan Gizi Nasional Suspensi 10 SPPG di Sumenep
Aksi Nyata JMP: Berbagi Takjil untuk Pejuang Nafkah di Bumi Gerbang Salam
Ternyata, “Pewaris Tahta” Sekda Sumenep Itu Agus
Offside! Flyer Sekda Agus, Ambisi atau Ada Dalang yang Gerakkan?
Mainkan Flyer Sekda, Sesatkan Informasi Publik
ASB Temui Pj Sekda, Usut Transparansi Anggaran Lelang Sekda

Berita Terkait

Jumat, 27 Maret 2026 - 11:58

Berawal Dari Petasan, Pemuda Asal Meddelan Jadi Korban Pemukulan

Kamis, 12 Maret 2026 - 20:39

Bangun Komunikasi Terbuka, Ansari Gelar Dialog dengan Insan Pers

Rabu, 11 Maret 2026 - 11:44

Badan Gizi Nasional Suspensi 10 SPPG di Sumenep

Jumat, 27 Februari 2026 - 14:30

Aksi Nyata JMP: Berbagi Takjil untuk Pejuang Nafkah di Bumi Gerbang Salam

Kamis, 26 Februari 2026 - 08:15

Offside! Flyer Sekda Agus, Ambisi atau Ada Dalang yang Gerakkan?

Berita Terbaru

Berita

Badan Gizi Nasional Suspensi 10 SPPG di Sumenep

Rabu, 11 Mar 2026 - 11:44