Curriculum Vitae, 2000 Ajak Penonton Membaca Ulang Sejarah Melalui Teater

Kamis, 30 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Karya teater Curriculum Vitae, 2000 garapan sutradara Shohifur Ridho’i kembali mencatatkan prestasi. Setelah sukses dipentaskan di Yogyakarta pada Juli 2025, pertunjukan tersebut terpilih oleh tim kurator Djakarta International Theater Platform (DITP) 2026 untuk dipresentasikan dalam salah satu festival teater internasional paling bergengsi di Indonesia.

 

Pertunjukan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 8 Agustus 2026, pukul 19.30 WIB, di Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.

 

Versi yang akan ditampilkan di DITP 2026 merupakan pengembangan dari pementasan sebelumnya. Tim produksi melakukan pendalaman dramaturgi, riset, serta pengayaan material artistik guna memperluas pembacaan terhadap ingatan kolektif mengenai teror “ninja” yang pernah terjadi di Jawa Timur pada penghujung Orde Baru hingga awal Reformasi.

 

Karya ini berangkat dari pengalaman generasi yang lahir di sekitar pergantian milenium. Melalui Curriculum Vitae, 2000, Shohifur Ridho’i mengajukan pertanyaan mendasar tentang bagaimana seseorang dapat dibentuk oleh peristiwa sejarah yang bahkan terjadi sebelum ia dilahirkan.

 

Ingatan keluarga, cerita-cerita kampung, rumor, arsip, tayangan televisi, kartun, hingga sepak bola dirangkai menjadi fragmen-fragmen yang saling bertaut. Semua elemen tersebut diolah menjadi bahasa panggung untuk menelusuri bagaimana sejarah bekerja melalui tubuh, bahasa, dan kehidupan sehari-hari.

 

Alih-alih menghadirkan rekonstruksi sejarah secara linear, pertunjukan ini bergerak di antara fakta, kesaksian, humor, fiksi, dan budaya populer. Beragam bentuk pertunjukan seperti teater, ludruk, kuliah-tari, musik, hingga permainan visual dipadukan untuk membuka ruang refleksi atas pengalaman kolektif masyarakat yang selama ini lebih banyak hidup sebagai ingatan daripada tercatat dalam sejarah resmi.

 

Kehadiran Curriculum Vitae, 2000 di DITP 2026 juga sejalan dengan tema kuratorial “(Men)Citra Niskala / Unseen (the) Map”, yang mengusulkan teater sebagai medium untuk membaca kembali wilayah, sejarah, dan relasi sosial melalui pendekatan “Antara sebagai Metode”. Dalam konteks tersebut, karya ini menawarkan cara pandang baru dalam memahami sejarah melalui pengalaman masyarakat serta peta-peta ingatan yang terus hidup di tengah kehidupan sehari-hari.

 

Pertunjukan ini diproduksi oleh rokateater, sebuah platform seni pertunjukan yang menjadi ruang pertemuan dan kolaborasi lintas disiplin. Rokateater konsisten mengembangkan karya-karya yang mengeksplorasi berbagai tema sosial, budaya, dan pengalaman generasi muda melalui pendekatan artistik yang eksperimental.

 

Curriculum Vitae, 2000 ditulis dan disutradarai oleh Shohifur Ridho’i, diproduseri Istifadah Nur Rahma, dengan penelitian oleh Raymizard Alifian Firmansyah.

 

Pertunjukan ini diperankan oleh Ahmad Aqil, Dwi Agustin Rahayu, Hofifah, Pupuh Hadi Mulya, dan Raymizard Alifian Firmansyah. Sementara itu, tim artistik diperkuat oleh Gata Mahardika sebagai skenografer, Sayosa sebagai komposer, Maharani Pane sebagai desainer tata cahaya, serta Khairul Umam sebagai operator suara.

 

Keikutsertaan Curriculum Vitae, 2000 dalam DITP 2026 menjadi pencapaian penting, tidak hanya bagi tim kreatif dan rokateater, tetapi juga bagi perkembangan seni pertunjukan Indonesia. Karya ini menunjukkan bahwa teater dapat menjadi ruang untuk merawat ingatan, mengajak publik berdialog dengan sejarah, serta menghadirkan perspektif baru terhadap pengalaman kolektif bangsa.

Berita Terkait

Warga Ultimatum Aksi Besar Akibat Kadis PUPR Mangkir
DPC GMNI Sumenep Audiensi ke Inspektorat, Desak Audit Tuntas BUMDes Desa Meddelan
GMNI Menggugat Fungsi Pengawasan DPMD Terkait Pengelolaan Keuangan Desa
Suara “Sumbang” GMNI menggelegar di Forum DPMD; Lapangan Kerja Sempit, Dana BUMDes Dikepras?
Terduga Pelaku Penganiayaan Jadi Tersangka, Keluarga Korban Apresiasi Kinerja Kepolisian
Akhirnya, Inisial H Ditetapkan Jadi Tersangka Penganiayaan
Ternyata, Tim Auditor Inspektorat ‘Buta Informasi’ BUMDes Meddelan, Lantas Apa yang Diaudit?
PT Empat Sekawan Mulia Jadikan Kurban sebagai Tradisi Berbagi dan Kebersamaan

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:18

Curriculum Vitae, 2000 Ajak Penonton Membaca Ulang Sejarah Melalui Teater

Selasa, 30 Juni 2026 - 07:38

Warga Ultimatum Aksi Besar Akibat Kadis PUPR Mangkir

Sabtu, 20 Juni 2026 - 02:50

DPC GMNI Sumenep Audiensi ke Inspektorat, Desak Audit Tuntas BUMDes Desa Meddelan

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:37

GMNI Menggugat Fungsi Pengawasan DPMD Terkait Pengelolaan Keuangan Desa

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:25

Suara “Sumbang” GMNI menggelegar di Forum DPMD; Lapangan Kerja Sempit, Dana BUMDes Dikepras?

Berita Terbaru

Berita

Warga Ultimatum Aksi Besar Akibat Kadis PUPR Mangkir

Selasa, 30 Jun 2026 - 07:38