Sumenep, Gilas id – Di Era Digital terkadang disalahgunakan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab ataupun orang jahat. Buktinya, di tengah proses penentuan Sekretaris Daerah (Sekda) difinitif Sumenep, dari 3 kandidat yang lolos asesmen Pansel Sekda, rumor penggiringan opini lewat flyer sekda berseliweran di dunia maya atau media sossial (medsos).
Insiden itu ditanggapi serius oleh Korlap Lintas Media Hendra. Dalam pernyataannya mengutuk keras para pembuat flyer sekda Agus. Sebab, beredarnya flyer itu bagian dari serangan psikis (Psywar) baik pada pemegang tampuk kekuasaan maupun penggiringan dan pembangunan opini publik.
Kata Hendra, Serangan Flyer itu bisa bermakna macam-macam (Multitafsir), bergantung pada tujuan target serangan. Jika serangan itu dialamatkan pada Bupati Sumenep, tujuannya untuk menekan atau mengintervensi keputusan bupati nantinya. Seolah dukungan publik mengalir ke Agus Dwi Saputra yang ada dalam flyer itu.
‘Ini sama saja ingin ‘mendelegitimasi’ kekuasaan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo. Meskipun tujuannya bisa saja untuk merayu dan mencari simpati bupati. Padahal yang berwenang memilih dan menentukan siapa sekda dari tiga kandidat itu adalah hak prerogatif bupati. Ini menyangkut marwah bupati, jangan ikut campur, terangnya.
Birokrasi ini, sambungnya, berisi kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), bukan panggung politik seperti Pilkada atau Pilkades untuk mencari dan menarik dukungan. Sekda itu murni ditentukan Bupati sebagaimana diatur dalam regulasi. Jadi ASN itu netral dan independen, Sekda itu puncak jabatan karier ASN. Jadi jangan ditarik-tarik ke urusan politik. Itu jelas menciderai reformasi birokrasi dan itu salah sasaran.
“Jika serangan flyer itu dialamatkan ke masyarakat umum, itu sebentuk agenda terselubung untuk membangun dan menggiring opini publik. Seolah Agus yang sudah dipilih Bupati jadi sekda Sumenep. Ini bentuk kebohongan dan pembodohan publik,” ujarnya.
Hendra lantas membeber lebih jauh. Jika tujuan dan target politik flyer itu sudah terungkap. Giliran siapa pembuat dan penyebar flyer Sekda Agus itu. Ini harus dicari aktor intelektualnya. Jika penyebarnya adalah simpatisan dari kalangan ASN, itu jelas cacat moral.
“Namun jika penyebarnya adalah gerbong Agus bisa jadi ini ada operasi senyap kekuasaan. Namun jika yang menginginkan Agus sendiri, pertanda dia tokoh yang ambisius. Masalahnya, dua kandiat sekda yang lain baik Inung maupun Rahman tak nampak ada gerakan politik atau manuver seperti peredaran flyer. Sampai detik ini, siapa pembuat dan penyebar flyer masih misteri?” Paparnya. (dan)











