Sumenep, Gilas.id– Nasib naas menimpa Hamdi (34), warga asal Desa Meddelan, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, pria berstatus duda itu mengaku menjadi korban pemukulan oleh terlapor diduga bernama Hodri asal Desa Gelugur, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep.
Menurut korban, peristiwa itu berlangsung dipinggir jalan raya Desa Daramista, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep. Aksi pemukulan itu terjadi padeh hari Minggu (22/3/2026) sekitar pukul 21.30.
Akibat kejadian itu, Hamdi mengalami luka dibagian wajah. Karena peristiwa itu pula Hamdi bersama Saudaranya mendatangi Polsek Lenteng untuk melaporkan kejadian pada ke esokan harinya.
Disampaikan Hamdi, peristiwa yang dialaminya itu berawal saat dirinya main petasan, tiba-tiba terlapor menelpon salah satu temannya berinisial (J) yang diduga juga ikut berkumpul dengan Korban.
Menurutnya, isi percakapan dalam telepon itu terlapor seakan menunjukkan respon tidak suka terhadap korban karena telah main petasan. Isi percakapan itu didengar oleh korban, lalu kemudian pihak korban pergi menghampiri terlapor dengan alasan ingin menanyakan terkait percapakan yang ditelepon tadi.
“Saya menghampiri dan bertanya kenapa kalau saya main petasan. Apa saya salah?,” ujarnya.
Setelah itu,Ketika ditanya, terlapor menghampiri korban seakan ingin memukul, lalu korban mau mengantisipasi atau membela diri namun pasca didorong terlapor langsung mukul korban, tanpa basa-basi terlapor langsung melakukan pemukulan terhadap korban.
“Saya langsung dipukul mas, upaya saya dalam menyelamatkan diri hanya sebatas menepis dan mendorong saja mas, tapi pukulan yang bertubi-tubi itu tetap saja mengenai bagian wajah saya sampai terluka mas,” kata Hamdi
Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Lenteng, Bripka A.Andrianto mengatakan bahwa laporan atas pemukulan sudah diterimanya. Pihaknya bakal segera menindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku.
“Ya mas benar kemarin ada laporan,” katanya.
Menurutnya, kepolisian sudah mendatangkan dua saksi korban untuk dimintai keterangan. Dari keterangan tersebut, polisi mengklaim bahwa saksi itu melihat luka ya dialami korban.
“Sampai dengan saat ini sudah kami periksa dua saksi. Saksi itu memang tidak melihat langsung kejadian tapi saksi tersebut yang melihat lukanya korban,” jelas Andri sapaan akrabnya.
Disampaikan Andri, kali ini semua bukti sudah dipastikan tercukupi untuk memenuhi prosedur hukum. Hanya saja tinggal menunggu hasil visum saja.
“Insyaallah senin hasil visum sudah keluar mas,” tutupnya. (dan)










