Ditengarai Jadi Bancakan? Anggaran BUMDes Fantastis, Kambing Malah Nyusut

Sabtu, 17 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Praktisi hukum Pathor Rahman

Foto : Praktisi hukum Pathor Rahman

Sumenep, Gilas.id – Tak habis pikir dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Meddelan, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Pasalnya anggaran ratusan juta pengadaan ternak kambing malah ditengarai jadi ladang korupsi untuk mengeruk keuntungan oknum. Buktinya kambing nyusut jadi 16 ekor.

Bukannya dana ratusan juta pengadaan kambing itu untuk mensejahterakan dan pemingkatkan perekonomian masyarakat. Justru malah bisnis atau usaha ternak kambing yang bersumber dari dana BUMDes Meddelan justru diduga kuat jadi ‘dana bancakan’.

Peristiwa hukum itu langsung direspon kuat oleh praktisi hukum Pathor Rahman. Jika benar informasi anggaran ratusan juta buat pengadaan kambing yang jumlahnya hanya 16 ekor sebagaimana beredar diberbagai media massa. Tentu dana BUMDes Meddelan ini diduga hanya jadi bancakan oknum alias korupsi anggaran.

“Indikatornya, anggarannya ratusan juta tapi kambingnya hanya ada 16 ekor. Kan gak masuk akal. Lalu juga diduga tidak ada biaya pakan ternak, tidak ada buat biaya lampu penerangan dan tidak ada biaya tenaga kerja,” beber Paong, biasa dikenal.

Tak hanya itu, kata lawyer muda ini, indikasi lainnya Ketua BUMDes malah tidak tahu besaran jumlah total anggaran pengadaan ternak kambing oleh BUMDes yang dipimpinnya sendiri. Dia hanya tahu bahwa kambing itu sudah ada (didatangkan).

Dengan kata lain, lanjut alumnus hukum Malang ini, belanja atau beli kambing itu juga diduga tanpa sepengetahuannya. Harga per ekornya berapa? Jumlah total pengadaan kambing berapa? Biaya pembelian kambing seluruhnya berapa, juga tidak tahu termasuk anggaran BUMDes. “Ini apa-apaan. Lalu siapa yang belanja dan uang itu dikendalikan siapa? Hati-hati ini sudah masuk ranah korupsi” tandasnya.

Apalagi, kata Ketua BUMDes yang mengakui bahwa uang itu diduga ada di Kades Meddelan, uang itu tidak diserahkan ke Asmuni selaku Ketua BUMDes. Bahkan saat Asmuni minta untuk biaya pakan ternak dan nutrisi ampas tahu dan lain-lain, Pak Kades mengaku uang itu diduga belum cair.

Bahkan Ketua BUMDEs sendiri yang cari pakan ternak rumput liar tiap hari. “Ini kan keterlaluan,” kata Paong.

Saat dikonfirmasi Kades Meddelan Moh. Haris kepada awak media mengatakan semua diserahkan ke BUMDes untuk mengelola keuangan itu, mau dibelanjakan apa saja. Pemerintah Desa sudah tidak ikut campur urusan pengadaan ternak kambing itu (dan)

Berita Terkait

Berawal Dari Petasan, Pemuda Asal Meddelan Jadi Korban Pemukulan
Bangun Komunikasi Terbuka, Ansari Gelar Dialog dengan Insan Pers
Badan Gizi Nasional Suspensi 10 SPPG di Sumenep
Aksi Nyata JMP: Berbagi Takjil untuk Pejuang Nafkah di Bumi Gerbang Salam
Ternyata, “Pewaris Tahta” Sekda Sumenep Itu Agus
Offside! Flyer Sekda Agus, Ambisi atau Ada Dalang yang Gerakkan?
Mainkan Flyer Sekda, Sesatkan Informasi Publik
ASB Temui Pj Sekda, Usut Transparansi Anggaran Lelang Sekda

Berita Terkait

Jumat, 27 Maret 2026 - 11:58

Berawal Dari Petasan, Pemuda Asal Meddelan Jadi Korban Pemukulan

Kamis, 12 Maret 2026 - 20:39

Bangun Komunikasi Terbuka, Ansari Gelar Dialog dengan Insan Pers

Rabu, 11 Maret 2026 - 11:44

Badan Gizi Nasional Suspensi 10 SPPG di Sumenep

Jumat, 27 Februari 2026 - 14:30

Aksi Nyata JMP: Berbagi Takjil untuk Pejuang Nafkah di Bumi Gerbang Salam

Kamis, 26 Februari 2026 - 08:15

Offside! Flyer Sekda Agus, Ambisi atau Ada Dalang yang Gerakkan?

Berita Terbaru

Berita

Badan Gizi Nasional Suspensi 10 SPPG di Sumenep

Rabu, 11 Mar 2026 - 11:44