Sumenep, Gilas.id – Lagi lagi, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Meddelan, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur jadi sorotan publik. Pasalnya BUMDes Meddelan ini disinyalir terjun dalam usaha pengadaan ternak kambing Tahun Anggaran 2025 lalu.
Informasi yang dihimpun wartawan Gilas.id menemukan fakta baru. Adanya kejanggalan itu terkait adanya pengadaan ternak kambing yang jumlahnya diduga mencapai ratusan juta rupiah. Sementara kambing yang dibeli disebutkan hanya sebanyak 16 ekor kambing.
Sontak saja, membuat insan pers hanya geleng-geleng kepala. Pasalnya setelah dilakukan investigasi dan pendalaman materi, ternyata setelah dirinci harga pembelian atau pengadaan ternak kambing per ekornya ditaksir seharga Rp1.000.000 (Satu Juta Rupiah) hingga Rp3.000.000 (Dua Juta Rupiah).
Jika dirata-rata saja harganya Rp2 juta per ekor maka total pembelian kambing oleh BUMDes Meddelan hanya menghabiskan dana bersumber dari 20 persen APBDes sebanyak Rp32.000.000 (Tiga Puluh Dua Juta Rupiah). Sisanya untuk biaya pembangunan kandang yang ditaksir maksimal Rp 20.000.000 (Dua Puluh Jutaan) saja. Lalu kemana uang yang diduga ratusan juta itu melayang?
Setelah dikroscek langsung ke lokasi Kandang Ternak Kambing di Desa Meddelan, awak media pun kaget bukan kepalang. Sebab ditemukan fakta bahwa kambing lewat pengadaan BUMDes Meddelan yang bersumber dari dana APBDes Meddelan hanya berjumlah 15 ekor kambing.
Ketika dikonfirmasi saat ditemui di kandangnya oleh awak media, Ketua BUMDes Asmuni mengakui jika pembelian kambing hanya sebanyak 16 ekor. Namun yang tersisa atau yang masih hidup hanya 15 ekor, 1 ekornya lagi mati.
Diakuinya jika pihaknya tidak tahu besaran jumlah total anggaran pengadaan ternak kambing oleh BUMDes yang dipimpinnya sendiri. Pasalnya, dirinya hanya tahu bahwa kambing itu sudah ada (didatangkan).
Dengan kata lain belanja atau beli kambing itu diduga tanpa sepengetahuannya. Harga per ekornya berapa? Jumlah total pengadaan kambing berapa? Biaya pembelian kambing seluruhnya berapa juga tidak tahu.
“Uang itu diduga ada di Kades Meddelan, uang itu tidak diserahkan ke saya. Saat saya minta untuk biaya pakan ternak dan nutrisi ampas tahu dan lain-lain, si Kades mengaku uang itu diduga belum cair. Soalnya saya susah cari pakan ternak rumput liar tiap hari,” akunya dengan nada getir dan jujur.
Saat dikonfirmasi Kades Meddelan Moh. Harist kepada awak media mengatakan semua diserahkan ke BUMDes untuk mengelola keuangan itu. Pemerintah Desa sudah tidak ikut campur terkait ternak kambing itu (dan)











