Sajikan Buah Busuk, SPPG Jambu Diduga Langgar Juknis MBG

Selasa, 23 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi

Foto ilustrasi

Sumenep, Gilas.id– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh SPPG Matlabul Ulum Jambu, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, menuai kecaman keras dari masyarakat. Pasalnya, menu MBG yang dibagikan ke sekolah-sekolah diduga tidak layak. Bahkan, dapur itu ditemukan memberikan sajian roti berjamur serta buah apel yang hampir busuk.

Hal ini sontak membuat publik marah. Sebab, menu yang dinilai tidak layak itu masih tetap didistribusikan kepada siswa. Warga menilai insiden tersebut bukan sekedar kesalahan teknis, melainkan bukti lemahnya pengawasan dan kegagalan tanggung jawab.

“Kalau Kepala SPPG menjalankan tugasnya dengan benar, tidak mungkin makanan berjamur bisa sampai ke tangan anak-anak. Ini bukan ceroboh, tapi kelalaian serius,” ujar salah satu warga Lenteng yang berinisial MR, Selasa (23/12/2025).

Sorotan juga diarahkan kepada food handler yang seharusnya memastikan makanan layak konsumsi sebelum dibagikan. Masyarakat mempertanyakan sertifikasi yang dimiliki para petugas tersebut.

“Food handler katanya bersertifikat, tapi kok roti berjamur lolos? Sertifikatnya dipertanyakan, kerjanya juga patut dipertanyakan,” tegas warga lainnya.

Tak sedikit masyarakat yang menyebut Kepala SPPG gagal menjalankan fungsi pengawasan internal. Mereka menilai tidak adanya pengecekan akhir sebelum distribusi merupakan kesalahan fatal.

“Ini dapur untuk anak sekolah, bukan tempat buang makanan rusak. Kepala SPPG harus bertanggung jawab penuh, jangan cuci tangan,” ucap seorang wali murid dengan nada geram.

Selain itu, masyarakat juga mendesak agar pihak SPPG membuka secara transparan soal katering penyedia makanan. Roti berjamur yang dibagikan memunculkan dugaan bahwa katering tidak memenuhi standar keamanan pangan.

“Kami ingin tahu, kateringnya sudah bersertifikat atau belum? Jangan sampai demi mengejar anggaran, anak-anak dijadikan korban,” kata warga setempat.

Masyarakat menilai kejadian ini sebagai peringatan keras bahwa Program MBG tidak boleh dijalankan secara asal-asalan. Mereka mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap Kepala SPPG, food handler, serta pihak catering, termasuk sanksi tegas jika terbukti lalai.

“Jangan tunggu ada anak sakit dulu baru sibuk klarifikasi. Kepala SPPG dan food handler harus bertanggung jawab atas kelalaian ini,” pungkas warga. (DN)

Berita Terkait

Berawal Dari Petasan, Pemuda Asal Meddelan Jadi Korban Pemukulan
Bangun Komunikasi Terbuka, Ansari Gelar Dialog dengan Insan Pers
Badan Gizi Nasional Suspensi 10 SPPG di Sumenep
Aksi Nyata JMP: Berbagi Takjil untuk Pejuang Nafkah di Bumi Gerbang Salam
Ternyata, “Pewaris Tahta” Sekda Sumenep Itu Agus
Offside! Flyer Sekda Agus, Ambisi atau Ada Dalang yang Gerakkan?
Mainkan Flyer Sekda, Sesatkan Informasi Publik
ASB Temui Pj Sekda, Usut Transparansi Anggaran Lelang Sekda

Berita Terkait

Jumat, 27 Maret 2026 - 11:58

Berawal Dari Petasan, Pemuda Asal Meddelan Jadi Korban Pemukulan

Kamis, 12 Maret 2026 - 20:39

Bangun Komunikasi Terbuka, Ansari Gelar Dialog dengan Insan Pers

Rabu, 11 Maret 2026 - 11:44

Badan Gizi Nasional Suspensi 10 SPPG di Sumenep

Jumat, 27 Februari 2026 - 14:30

Aksi Nyata JMP: Berbagi Takjil untuk Pejuang Nafkah di Bumi Gerbang Salam

Kamis, 26 Februari 2026 - 08:15

Offside! Flyer Sekda Agus, Ambisi atau Ada Dalang yang Gerakkan?

Berita Terbaru

Berita

Badan Gizi Nasional Suspensi 10 SPPG di Sumenep

Rabu, 11 Mar 2026 - 11:44