BUMDes Permata Sentol Daya Gulung Tikar, Diduga Kelola Usaha Asal-Asalan

Kamis, 20 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto toko sembako Desa Sentol Daya Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep

Foto toko sembako Desa Sentol Daya Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep

Sumenep, Gilas.id- Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Permata, Sentol Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, jadi perbincangan. Pasalnya, BUMDes itu diduga dikelola asal-asalan. Dan juga penyertaan modalnya diduga hanya sekedar dijadikan bancakan saja.

Dugaan tersebut muncul lantaran sistem pengelolaan yang seharusnya transparan, justru keuangan dan akuntabel tidak diterapkan sebagaimana mestinya oleh para pengurus BUMDes.

Salah satu indikasi terlihat pada unit usaha toko sembako yang dikelola BUMDes. Usaha tersebut diketahui mati suri sejak awal 2024, meski setiap tahun tetap menerima penyertaan modal dari desa dengan nominal yang tidak sedikit. Kondisi itu memunculkan berbagai pertanyaan dari warga setempat.

Salah seorang warga berinisial A mengatakan bahwa toko sembako tersebut semakin meredup sejak 2024 hingga akhirnya tidak lagi beroperasi.

“Kurang lebih 2 tahun, diduga sudah tidak beroperasi, namun yang mencurigakan dana untuk BUMDes masih terus berjalan,” kata dia.

Lebih lanjut, ia menyebut matinya unit usaha BUMDes Permata seolah dibiarkan begitu saja tanpa ada pihak yang bertanggung jawab.

“Unit BUMDes sudah tutup sejak lama, namun tidak ada pertanggungjawaban dari pengurus,” jelasnya.

Terpisah Penjabat (Pj) Kades Sentol Daya, Suaidi, mengaku bahwa kondisi unit usaha BUMDes Permata berupa toko sembako tersebut sudah tutup sejak dirinya ditunjuk untuk menduduki jabatan Pj di Sentol Daya.

“Untuk unit sembakonya, karena saya masih baru 10 bulan menjabat, saya tidak tahu. Toko sembakonya sudah tidak ada (tutup),” ujarnya, Rabu (19/11).

Kendati demikian, Suaidi mengaku bahwa pengelolaan BUMDes untuk saat ini terbilang berjalan cukup baik. Bahkan, ia menyebut pengurus saat ini telah menjalankan satu unit usaha baru berupa penggemukan sapi.

“BUMDes itu kan dapat 20 persen pengelolaan dari Dana Desa (DD). Usahanya jalan, usahanya ada penggemukan sapi di Dusun Nung Bunter, dan pembelian sapi sudah 12 ekor,” terangnya.

Di sisi lain, saat dikonfirmasi perihal adanya pertanggungjawaban dari pengurus terkait ditutupnya unit usaha sembako yang dikabarkan gulung tikar sejak 2024 lalu, Suaidi dengan tegas mengaku tidak menerima penjelasan apa pun dari para pengurus BUMDes. “Tidak ada,” pungkasnya singkat. (DN)

 

Berita Terkait

Berawal Dari Petasan, Pemuda Asal Meddelan Jadi Korban Pemukulan
Bangun Komunikasi Terbuka, Ansari Gelar Dialog dengan Insan Pers
Badan Gizi Nasional Suspensi 10 SPPG di Sumenep
Aksi Nyata JMP: Berbagi Takjil untuk Pejuang Nafkah di Bumi Gerbang Salam
Ternyata, “Pewaris Tahta” Sekda Sumenep Itu Agus
Offside! Flyer Sekda Agus, Ambisi atau Ada Dalang yang Gerakkan?
Mainkan Flyer Sekda, Sesatkan Informasi Publik
ASB Temui Pj Sekda, Usut Transparansi Anggaran Lelang Sekda

Berita Terkait

Jumat, 27 Maret 2026 - 11:58

Berawal Dari Petasan, Pemuda Asal Meddelan Jadi Korban Pemukulan

Kamis, 12 Maret 2026 - 20:39

Bangun Komunikasi Terbuka, Ansari Gelar Dialog dengan Insan Pers

Rabu, 11 Maret 2026 - 11:44

Badan Gizi Nasional Suspensi 10 SPPG di Sumenep

Jumat, 27 Februari 2026 - 14:30

Aksi Nyata JMP: Berbagi Takjil untuk Pejuang Nafkah di Bumi Gerbang Salam

Kamis, 26 Februari 2026 - 08:15

Offside! Flyer Sekda Agus, Ambisi atau Ada Dalang yang Gerakkan?

Berita Terbaru

Berita

Badan Gizi Nasional Suspensi 10 SPPG di Sumenep

Rabu, 11 Mar 2026 - 11:44