Inspektorat Sumenep Janji Usut Dugaan Penyimpangan Dana BUMDes Meddelan

Selasa, 19 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : tampak depan kantor inspektorat Sumenep

Foto : tampak depan kantor inspektorat Sumenep

Sumenep, gilas.id – Peringatan keras disampaikan Inspektur Inspektorat Kabupaten Sumenep Didik Wahyudi kepada para insab pers. Peringatan itu berkaitan dengan santernya informasi yang berkembang hangat di masyarakat terkait dugaan kasus penyimpangan dana BUMDes Meddelan, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Madura.

Didik mengatakan jika benar kasus dugaan penyimpangan dana BUMDes Meddelan terungkap setelah adanya investigasi langsung insan pers ke lokasi kandang kambing yang dibarengi langsung oleh Ketua BUMDes Meddelan. Lantas ada temuan bahwa kambing yang ada di Kandang hanya berjumlah 15 ekor tambah 1 ekor yang mati.

“Oke siap! Kita akan tindak lanjuti temuan adanya dugaan kejanggalan dalam pengadaan Kambing oleh BUMDes Meddelan. Akan kita selidiki berapa alokasi anggaran pengadaan kambing hingga realisasi pembelian kambing berapa ekor beserta kandangnya. Kita akan cek nanti,” tandasnya, Selasa (19/5/2026).

Inspektorat ingin memastikan bahwa realisasi anggaran yang bersumber dari dana pemrrintah bisa direalisasikan sesuai spesifikasi dan alokasinya. “Jangan sampai anggaran pemerintah disalahgunakan. Makanya akan kita cek dan audit anggarannya,” janjinya.

Ketua Forum Aliansi Lintas Media Hendra mendesak Inspektorat untuk turun langsung kroscek ke Desa Meddelan. Terkait dugaan penyimpangan anggaran pengadaan kambing yang ditaksir mencapai ratusan juta yang bersumber dari 20 persen alokasi Dana Desa (DD).

“Kita sudah turun langsung ke lokasi Kandang Kambing dan menemui Ketua BUMDes Meddelan di rumahnya. Bersama Ketua BUMDes cek ke lokasi. Faktanya jumlah kambing memang hanya tersisa 15 ekor, karena 1 ekor sudah mati. Jadi total pengadaan kambing hanya 16 ekor,” beber Hendra.

Bahkan, lanjut Hendra, temuan kejanggalan itu diakui langsung oleh Ketua BUMDes Meddelan. Ironisnya juga, Ketua BUMDes mengaku tidak dilibatkan dalam pengadaan atau pembelian kambing tersebut.

“Jadi Inspektorat mau nunggu apalagi. Temuan tersebut sudah berdasarkan investigasi langsung. Kedua, keterangan itu disampaikan sendiri oleh sumbernya dalam hal ini Ketua BUMDes. Ketiga, ada kejanggalan berupa anggaran lengadaan yang jumbo tapi realisasi pengadaan kambingnya sedikit,” paparnya.

Pegiat media sosial ini juga mendesak Inspektorat tidak hanya fokus pada cek dan audit keuangan yang bersumber dari Dana BUMDes Meddelan. Melainkan audit dan periksa keuangan Dana Desa aecara menyeluruh. “Karena temuan yang janggal, maka saya minta untuk audit tidak lagi random sampling khusus Desa Meddelan,” kata Hendra dengan nada geram. (dan)

Berita Terkait

Curriculum Vitae, 2000 Ajak Penonton Membaca Ulang Sejarah Melalui Teater
Warga Ultimatum Aksi Besar Akibat Kadis PUPR Mangkir
DPC GMNI Sumenep Audiensi ke Inspektorat, Desak Audit Tuntas BUMDes Desa Meddelan
GMNI Menggugat Fungsi Pengawasan DPMD Terkait Pengelolaan Keuangan Desa
Suara “Sumbang” GMNI menggelegar di Forum DPMD; Lapangan Kerja Sempit, Dana BUMDes Dikepras?
Terduga Pelaku Penganiayaan Jadi Tersangka, Keluarga Korban Apresiasi Kinerja Kepolisian
Akhirnya, Inisial H Ditetapkan Jadi Tersangka Penganiayaan
Ternyata, Tim Auditor Inspektorat ‘Buta Informasi’ BUMDes Meddelan, Lantas Apa yang Diaudit?

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:18

Curriculum Vitae, 2000 Ajak Penonton Membaca Ulang Sejarah Melalui Teater

Selasa, 30 Juni 2026 - 07:38

Warga Ultimatum Aksi Besar Akibat Kadis PUPR Mangkir

Sabtu, 20 Juni 2026 - 02:50

DPC GMNI Sumenep Audiensi ke Inspektorat, Desak Audit Tuntas BUMDes Desa Meddelan

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:37

GMNI Menggugat Fungsi Pengawasan DPMD Terkait Pengelolaan Keuangan Desa

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:25

Suara “Sumbang” GMNI menggelegar di Forum DPMD; Lapangan Kerja Sempit, Dana BUMDes Dikepras?

Berita Terbaru

Berita

Warga Ultimatum Aksi Besar Akibat Kadis PUPR Mangkir

Selasa, 30 Jun 2026 - 07:38