Sumenep, Gilas.id – Pertarungan politik di bursa lelang sekda semakin keras. Itu setelah nama Inung melejit dengan lolos masuk tiga besar kandidat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Babak 3 besar kandidat sekda sudah keluar yakni Agus Dwi Saputra, Chainur Rasyid (Inung) dan R. Abd. Rahman Riadi.
Hasil assessment yang berjalan fair, transparan dan akuntabel sudah resmi diumumkan oleh Pansel Sekda dengan merekomendasikan 3 kandidat sekda kepada Bupati Sumenep. Kini, ‘hak prerogatif’ Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo untuk menggunakan ‘kesaktiannya’ menentukan siapa yang pantas jadi tangan kanannya?
Pakar Komunikasi Politik Nanik Farida menegaskan rekomendasi pansel soal ‘lelang sekda’ sudah selesai melalui Uji Kompetensi Jabatan (UKJ). Kini kekuatan bukan lagi di tangan pansel tapi berpindah ke tangan bupati. Ketiga gerbong Calon Sekda potensial melakukan manuver politik untuk merebut ‘tahta sekda’.
Alasannya, ketiga kandidat sadar betul untuk meraih tampuk kekuasaan sekda bukan lagi terletak pada prosedur administrasi dan uji kompetensi. Melainkan menunggu ‘restu bupati’. “Restu bupati itu bisa dipengaruhi oleh loyalitas, jejaring politik, relasi kekuasaan, manuver dan loby-loby politik serta the power of money (kekuatan uang) yang tak bisa dinafikan,” beber Farida.
Aktivis perempuan ini lantas menguraikan dari sepak terjangnya, Agus punya relasi kekuasaan yang diduga dekat dengan Ketua Banggar DPR RI yang notabene PDIP. Selain itu diuntungkan dengan posisi Sekdaprov Jatim yang diduga masih seniornya (IPDN). Namun sayangnya diduga kurang adanya ‘chemistry’ dengan Bupati Sumenep. Sedangkan Inung punya relasi kekuasaan dan juga jejaring politik.
Kata Farida, selain juga diduga dekat dengan Ketua Banggar DPR RI yang notabene Ketua DPD PDIP Jatim. Lalu masih ditopang dengan kekuatan adik iparnya sebagai anggota DPRD Jawa Timur delegasi PDIP. Bahkan adik ipar menjabat sebagai bendahara DPC PDIP Sumenep. Pada posisi ini, Inung dinilai lebih loyal terhadap atasan.
“Inilah yang diprediksi bakal merubah peta politik kandidat sekda. Inung dari kuda hitam menjadi kompetitor terkuat dan bisa nyalip Agus di tikungan terakhir,” pungkasnya.
Ia menambahkan yang perlu diwaspadai kali ini adalah masuknya Rahman yang bertengger di posisi 3 besar kandidat sekda hasil assessment. Rahman digadang-gadang sebagai ‘kuda hitam’ Calon Sekda. Sebab soal loyalitas dan relasi kekuasaan juga tak perlu diragukan lagi.
Informasinya, Ketua Pansel Sekda yang notabene Kepala BKD Jawa Timur diduga masih ada hubungan family dengan Rahman. Jika duel atau pertarungan keras antara gerbong Agus dengan Gerbong Inung, tak menutup kemungkinan Rahman yang bakal keluar sebagai sekda definitf nantinya. Ikuti terus perkembangan informasi hangat sekda Sumenep di situs www.gilas.id. (dan)










