Sumenep, Gilas.id – Di tengah situasi yang lagi memanas, aktivis gerakan yang mengatasnamakan Forum CIPRUS (Circle Perubahan Sumenep) gagal temui Pj Sekda Shahwan Effendy dan Kepala BKPSDM Benny Irawan di kantornya.
Sesuai rencana, informasinya CIPRUS bakal gelar audiensi dengan dua pejabat penting Sumenep pada Selasa, (10/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di Kantornya. Mereka menyoal terkait proses pergantian Sekretaris Daerah (Sekda) atau seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Eselon II a yang sedang berlangsung. Sayangnya kedua ‘pejabat teras’ tersebut tak ada di kantornya.
“Kami ini mengikuti secara seksama tiap proses dan tahapan lelang jabatan sekda. Kami menyoal proses seleksi ini karena kami peduli terhadap masa depan Kabupaten Sumenep. Kami ingin Sekda terbaik yang terpilih nantinya, karena Sekda adalah motor penggerak birokrasi Sumenep. Kenapa kedua pejabat teras ini malah menghilang?” Tanya Pathor Rahman dengan nada serius.
Paong, biasa disapa, mengatakan ada 2 persoalan serius yang hendak kami tanyakan. Pertama terkait dengan alasan mundurnya Arif Firmanto, Kepala Bappeda Sumenep selaku pelamar atau calon sekda. Dia mundur tanpa alasan yang jelas saat hendak mengikuti tahapan Penilaian Kompetensi dan Potensi di Surabaya. Padahal saat tahapan tes seleksi administrasi, dia lolos atau dengan status Memenuhi Syarat (MS).
“Soal kedua terkait dengan penetapan Eri Susanto selaku Kepala Dinas PUTR Sumenep selaku calon sskda yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (status TMS) pasca mengikuti tahapan tes Penilaian Kompetensi dan Potensi. Publik ingin tahu apa saja yang membuat Eri tidak lolos,” paparnya.
CIPRUS menekankan pentingnya seluruh tahapan seleksi terbuka atau lelang di Bursa Sekda ini berjalan secara transparan dan akuntabel. Sebab masyarakat juga menunggu siapa tokoh pemimpin yang akan menahkodai birokrasi di Kabinet Supel (Sumenep Melayani) kedepan.
‘Kenapa harus transparan dan akuntabel? Karena proses seleksi sekda ini dibiayai menggunakan dana publik. Sehingga publik berhak tahu anggaran seleksi sekda dan proses seleksinya. Dengan transparan dan akuntabel, maka dapat mencegah terjadinya diskriminasi dan ketidakadilan bagi para calon sskda,” kata aktivis Eks Malang Corruption Watch (MCW) ini.
Panitia Seleksi (Pansel) Sekda sudah menyelesaikan hampir seluruh tahapan seleksi terbuka ini. Maka CIPRUS mempertanyakan kepada Pj Sekda dan Kepala BKPSDM terkait dua pejabat yang mundur dan TMS tersebut. Sebab di laman website BKPSDM tidak dijelaskan soal gagalnya dua kandidat kuat sekda tersebut.
Terpisah, Pj Sekda Sumenep Syahwan Effendy mengkonfirmasi jika memang ada surat audiensi. “Tapi saya tidak tahu, mereka hadir apa tidak? Karena saya hadir di acara TMMD,” Ujarnya singkat.
Senada dengan jawaban Pj Sekda, Kepala BKPSDM Benny Irawan juga irit bicara dia menjawab singkat jika dirinya memang menunggu. Tapi belum ketemu. “Iya saya tunggu tapi belum ketemu,” ujarnya. (dan)










