Wali Murid Murka, Menu MBG Disebut Bau

Jumat, 6 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : ilustrasi

Foto : ilustrasi

Sumenep,Gilas.id — Polemik dugaan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut berbau dan tidak layak konsumsi di SPPG Lebeng Timur Yayasan Matlhabul Ulum terus menjadi sorotan publik setelah viral di TikTok. Sejumlah wali murid mengeluhkan kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak dan meminta adanya evaluasi menyeluruh.

Keluhan tersebut semakin ramai diperbincangkan usai beredarnya tangkapan layar percakapan konfirmasi dari pihak media kepada Kepala SPPG Lebeng Timur, Nur Holis. Dalam pesan yang dikirimkan, pihak media meminta klarifikasi terkait dugaan menu MBG yang disebut sudah bau. Namun hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan maupun pernyataan resmi.

Salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya mengaku khawatir dengan kondisi makanan yang diterima anaknya. “Kami tidak menolak programnya, tapi tolong kualitas makanan benar-benar diperhatikan. Anak-anak yang makan, jangan sampai mereka dapat makanan yang sudah tidak layak,” ujarnya, Jumat (6/2/2026).

Wali murid lainnya juga meminta adanya evaluasi dari pihak penyelenggara. “Kalau memang ada kekeliruan di dapur atau distribusi, sebaiknya segera diperbaiki. Kami hanya ingin makanan yang diberikan aman untuk anak-anak,” katanya.

Sikap bungkam pihak SPPG Lebeng Timur memicu tanda tanya di tengah masyarakat. Banyak pihak menilai klarifikasi sangat diperlukan agar polemik tidak terus berkembang dan menimbulkan keresahan, khususnya bagi wali murid penerima program MBG.

Di media sosial, sejumlah warganet menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap distribusi makanan bagi anak-anak sekolah. Mereka berharap penyelenggara program dapat memastikan kualitas makanan tetap layak konsumsi serta memenuhi standar kesehatan.

Hingga kini, pihak Yayasan Matlhabul Ulum maupun Kepala SPPG Lebeng Timur, Nur Holis, belum memberikan respons atas upaya konfirmasi yang telah disampaikan. Masyarakat pun menunggu penjelasan resmi guna memastikan fakta sebenarnya di lapangan. (dan)

Berita Terkait

Berawal Dari Petasan, Pemuda Asal Meddelan Jadi Korban Pemukulan
Bangun Komunikasi Terbuka, Ansari Gelar Dialog dengan Insan Pers
Badan Gizi Nasional Suspensi 10 SPPG di Sumenep
Aksi Nyata JMP: Berbagi Takjil untuk Pejuang Nafkah di Bumi Gerbang Salam
Ternyata, “Pewaris Tahta” Sekda Sumenep Itu Agus
Offside! Flyer Sekda Agus, Ambisi atau Ada Dalang yang Gerakkan?
Mainkan Flyer Sekda, Sesatkan Informasi Publik
ASB Temui Pj Sekda, Usut Transparansi Anggaran Lelang Sekda

Berita Terkait

Jumat, 27 Maret 2026 - 11:58

Berawal Dari Petasan, Pemuda Asal Meddelan Jadi Korban Pemukulan

Kamis, 12 Maret 2026 - 20:39

Bangun Komunikasi Terbuka, Ansari Gelar Dialog dengan Insan Pers

Rabu, 11 Maret 2026 - 11:44

Badan Gizi Nasional Suspensi 10 SPPG di Sumenep

Jumat, 27 Februari 2026 - 14:30

Aksi Nyata JMP: Berbagi Takjil untuk Pejuang Nafkah di Bumi Gerbang Salam

Kamis, 26 Februari 2026 - 08:15

Offside! Flyer Sekda Agus, Ambisi atau Ada Dalang yang Gerakkan?

Berita Terbaru

Berita

Badan Gizi Nasional Suspensi 10 SPPG di Sumenep

Rabu, 11 Mar 2026 - 11:44