Sumenep, Gilas.id– Kali ini publik dihebohkan dengan beredarnya foto unggahan akun TikTok resmi dari lembaga SPPG Guluk-Guluk dibawah yayasan Dakwah Sosial Bani Ishak. Foto unggahan itu diduga telah melakukan pembohongan publik karena unggahan menu MBG tersebut diduga tidak sesuai dengan fakta dilapangan.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun oleh media Gilas.id, unggahan foto itu pada hari Selasa, 02 Desember 2025 menampilkan paket makan lengkap berisi :
– 2 potong ikan tongkol crispy,
– 2 Tempe goreng,
– Sayur bening kelor,
– Nasi jagung,
– 1 iris buah melon segar.
Bahkan dalam unggahan tersebut, tertera pula rincian kandungan gizi porsi kecil dan porsi besar, seolah-olah menu tersebut memenuhi standar gizi nasional.
Namun fakta di lapangan justru jauh berbeda. Foto asli yang diterima dari siswa menunjukkan:
-Hanya ada satu potong kecil ikan tongkol crispy,
-jauh lebih kecil dibanding yang ditampilkan di foto TikTok.
-Tempe goreng hilang total, tidak ada dalam kotak makan siswa. Nasi terlihat lebih sedikit dan tidak semenarik dengan yang dipublikasikan.
Sayur hanya berisi kuah dengan sedikit isian, tidak sesuai dengan visual yang diposting.
Buah melon hanya satu potong kecil dalam plastik, berbeda dari foto yang terlihat lebih segar dan besar. Satu kompartemen kotak makan bahkan kosong sama sekali.
Perbedaan mencolok ini memunculkan dugaan bahwa foto yang diposting bukanlah representasi nyata dari menu yang disajikan kepada siswa, melainkan hanya visual promosi untuk pencitraan.
Dugaan pembohongan publik menguat. Sejumlah wali murid menyebut bahwa apa yang ditampilkan SPPG Guluk-guluk di media sosial adalah “pemanis belaka” dan tidak pernah sesuai dengan apa yang dikonsumsi siswa sehari-hari.
“Kalau lihat yang diunggah, seolah menunya lengkap dan bergizi. Tapi yang diterima anak-anak tidak pernah seperti itu. Ini namanya publik dibohongi,” kata salah satu wali murid, Rabu (3/12/2025).
Sementara itu, seorang siswa yang enggan disebut namanya menyebut. “Di TikTok kelihatan enak, tapi yang kami dapat sedikit, lauknya kecil. Tidak sama dengan yang diposting,” ujarnya.
Dengan adanya perbedaan visual menu, pertanyaan besar pun muncul dari beberapa murid dan wali murid.
“Apakah foto yang diunggah hanyalah rekayasa untuk menaikkan citra?
Apakah kandungan gizi yang ditulis benar-benar sesuai dengan porsi real yang diterima siswa?
Ke mana hilangnya lauk tambahan seperti tempe goreng?,” tanya wali murid. (DN)











